1. Kehidupan Kampus
STTI Sony Sugema
Kampus Berdampak
Kampus Berdampak

Melanjutkan Transformasi

Menuju Dampak Nyata Bagi Bangsa

Kampus Berdampak merupakan perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga berperan aktif sebagai agen perubahan sosial melalui pemanfaatan sains, teknologi, dan inovasi untuk menjawab serta menyelesaikan permasalahan nyata di masyarakat, baik dalam bidang sosial, ekonomi, maupun lingkungan. Program ini merupakan kelanjutan dari kebijakan Kampus Merdeka yang menekankan pada pencapaian hasil nyata serta kontribusi yang terukur dan berkelanjutan bagi pembangunan nasional melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

STTI Sony Sugema
Diktisaintek Berdampak
Diktisaintek Berdampak

Amanat Peran Kemdiktisaintek

4 Dari 8 Misi Presiden Dan Wakil Presiden

Dalam 5 tahun, fondasi Indonesia Emas 2045 harus diwujudkan dengan 8 program hasil terbaik cepat yang dikawal langsung oleh Presiden dan Wakil Presiden.

2

Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.

3

Mencetak dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian dengan lumbung pangan desa, daerah, dan nasional.

4

Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.

5

Melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

STTI Sony Sugema
Kode Etik STTI Sony Sugema

Kode etik Sekolah Tinggi Teknologi Informatika Sony Sugema merupakan seperangkat norma, nilai, dan aturan yang menjadi pedoman dalam bersikap, berperilaku, serta bertindak di lingkungan kampus. Kode etik ini disusun untuk menciptakan suasana akademik yang tertib, bermartabat, profesional, dan bertanggung jawab sesuai dengan nilai moral, etika, serta peraturan yang berlaku di lingkungan perguruan tinggi.

Selengkapnya Tentang Kode Etik

Informasi selengkapnya dapat diakses melalui laman berikut.

STTI Sony Sugema
Kehidupan Di Karawang
Kehidupan Di Karawang

Kabupaten Karawang telah dikenal sejak masa kerajaan-kerajaan besar di Jawa Barat, mulai dari Kerajaan Tarumanegara, Sunda, hingga Sumedanglarang. Wilayah ini berkembang sebagai jalur penting penghubung antara kerajaan-kerajaan besar seperti Padjajaran dan Galuh, serta kawasan strategis di sekitar Sungai Citarum.

Masuknya Islam ke Karawang terjadi sekitar abad ke-15 melalui Syekh Quro dan dilanjutkan oleh para Wali Sanga. Nama Karawang berasal dari kata Sunda ka-rawaan yang berarti daerah berawa, sesuai dengan kondisi geografis wilayahnya pada masa lalu.

Pada abad ke-17, Karawang berada di bawah kekuasaan Kerajaan Mataram dan berperan penting sebagai pusat logistik dalam perlawanan terhadap VOC di Batavia. Keberhasilan Wiraperbangsa dan penerusnya, Raden Singaperbangsa, menandai terbentuknya pemerintahan Karawang secara resmi.

Berdasarkan Piagam Plat Kuning Kandang Sapi Gede, Hari Jadi Kabupaten Karawang ditetapkan pada 14 September 1633 M.